KiosCasino - Sang kapten de Ligt mengatakan Selalu Optimis Merupakan Kunci Kemenangan Ajax Saat Melawan Madrid pada pertandingan dini hari (6/3).

Pada saat sebelum pertandingan dimulai Ajax mendapatkan misi yang sulit ketika dituntut harus menang di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di kandang Real Madrid, Santiago Bernabeu. Kekalahan 1-2 di leg pertama di kandang sendiri banyak disebut telah mematikan peluang wakil Belanda itu untuk lolos ke babak selanjutnya, walaupun kenyataannya tidak dan masih ada kesempatan untuk membalik keadaan.

Pada dini hari Ajax sukses memberikan mimpi buruk kepada juara bertahan 3 kali Liga Champions dengan sebuah kemenangan yang cukup telak. Tanpa ampun, Ajax menang telak dengan skor akhir 4-1 dan lolos ke perempat final dengan total agregat 5-3.

Kemenangan dari Ajax ini rupanya sudah disebutkan oleh kapten mereka sebagai sesuatu yang sudah mereka yakini karena mereka optimis akan menang dan juara pada Liga Champion tahun ini.

Usai pertandingan melawan Real Madrid, Sang kapten Matthijs de Ligt memberikan komentarnya mengenai hasil yang sangat mengejutkan yang didapatkan timnya tersebut saat melawan tim raksasa seperti Real Madrid.

"Kami sudah tahu dari sebelum permainan bahwa ini mungkin akan mendapatkan hasil yang bagus di Bernabeu," ujarnya.

"Kami selalu optimis bahwa bila kami memainkan permainan kami, kami bisa menjadi masalah bagi tim tim lainnya. Anda bisa lihat itu di pertandingan pertama saat di Amsterdam. Ini adalah kami di dalam permainan terbaik kami." lanjutnya.

"Ini adalah performa tim kami yang sebenarnya. Cara permainan pemain depan kami untuk membantu pertahanan juga sangat luar biasa sehingga bisa membuat Real Madrid kacau."

Kemenangan Ajax Amsterdam dengan skor 4-1 ini juga merupakan pertama kalinya Ajax mencetak empat gol di babak knockout Liga Champions sejak mereka menang 5-2 melawan Bayern Munchen pada April 1995, yang membuatnya harus berbangga karena sekian lama akhirnya Ajax mampu membangkitkan performanya kembali.

Sementara itu bagi Real Madrid, ini adalah mimpi buruk musim pertama bagi Real Madrid yang kalah dalam enam pertandingan dengan tiga gol atau lebih bersarang ke gawang mereka sejak 1950/1951 yang lalu.

Sedangkan di dalam laga Liga Champions, ini merupakan kedua kalinya bagi Real Madrid tersingkir di kompetisi UEFA setelah menang di laga tandang di leg pertama, dan berhasil mempertahankan tiga kali juara berturut-turut.

Melihat semangat yang mereka tunjukkan ketika mengalahkan Real Madrid tersebut, Matthijs de Ligt yakin bahwa timnya bisa melangkah jauh di Liga Champions sehingga menjadi juara bukan suatu hal yang mustahil.

"Kami juga akan memberikan masalah juga kepada Bayern Munchen, yang merupakan salah satu favorit, dan kami baru saja menyingkirkan juara bertahan, selanjutnya kami akan menyingkirkan siapa yang menghalangi kami menuju puncak Liga Champions. Dan seberapa jauh kami bisa pergi dan bertahan," tutupnya.