Graeme Le Saux, mantan bek Chelsea mengecam perlakuan Jose Mourinho karena menganggapnya tidak memperlakukan Luke Shaw dengan tepat di Mancester United.

Sejak hadirnya Mourinho di skuat Setan Merah, Shaw terlihat kesulitan untuk menampilkan permainan terbaiknya. Padahal ia sebelumnya dibeli dengan lebel bek muda yang bertalenta besar.

Situasi Shaw memang tidak terbantu oleh cedera yang kerap menghampirinya. akan tetapi saat ia bisa bermalin lagi, Mourinho sepertinya sulit untuk dipuaskan oleh bek berusia 22 tahun tersebut.

Bahkan, manajer asal Portugal itu pernah mengkritiknya secara terbuka di depan publik Shaw pun dianggap tidak memiliki masa depan di bawah asuhan Mourinho.

Sinyal itu kian kuat setelah Shaw ditarik keluar setelah hanya main satu babak saat melawan Brighton di FA Cup. Hal ini membuat Le Saux merasa cukup emosional. Ia merasa bahwa Mourinho, alih-alih membuatnya tampil leibh baik, malah membuat perkembangannya terhambat.

"Shaw ada ada bersama Untied sebelum Mourinho, tetapi sejak kedatangan manajer itu, bukan saja Shaw tidak membaik, ia kehilangan kepercayaan dirinya dan memiliki rasa takut membuat kesalahan yang datang ketika anda merasa di bawah tekanan besar," ungkapnya.

"Kenyataan bahwa ia tidak didukung oleh menajernya hanya membuat semuanya lebih sulit. selama karir say, mamajer hanya membuat semuanya lebih sulit. Selama karir saya, manajer akan melindungi pemain di depan umum dan kemudian memarahinya di ruang ganti di belakang pintu tertutup jika diperlukan," ungkap Le Saux.

"Jika anda bermain buruk, anda tahu anda akan mendapatkan momen buruk dari manajer, tetapi sangat jarnag itu terjadi di depan umum dan saya tidak mengerti apa yang ingin dicapai oleh Mourinho dari aksinya tersebut," tambahnya..

Musim ini Shaw hanya sempat bermain sebanyak 19 kali saja bagi Setan Merah,. Musim panas nanti ia diperkirakan akan segera angkat koper dari Old Trafford.